Wednesday, January 16, 2008

Menyambut Kekasih

Kan kusambut Engkau yang datang dalam senyap

Dengan rindu yang tak tahan membuncah

Dalam tiap sujud di sudut hening

- walau tak setitik rindu pun ada padaMu untukku -

krl pagi, 140108

Posted by Krisdian at 00:10:22 | Permalink | Comments (1) »

Friday, November 16, 2007

Selamat Malam, Tuhan

 

Selamat malam, Tuhan

masih bolehkan aku mengadu,

bukan lagi tentang rambut yang makin kusut,

atau perut yang belum lagi susut

Tapi tentang pohon

yang tak lagi kuat cengkeram bumi

atau angin yang makin ganas

bukan lagi berhembus lembut

tapi terus berputar

Katakan, Tuhan

bukan ini maksud Kau marah pada kami

Atau bumi makin tua

hingga tak mampu lagi mengikat makhlukMu?

Langit tak lagi teteskan airmata,

tapi derainya makin nyata

kadang gemuruh turut berkata

dan lihatlah,

awan hitam melendut

seakan tak mampu menampung duka

Selamat malam, Tuhan

masih bolehkan aku meminta

damaikan lagi bumi kami

Rasuna, 14.11.07

Posted by Krisdian at 10:16:03 | Permalink | Comments (2)

Thursday, November 15, 2007

Duri Dari Diri

Rindu dari diri menghujam kejam lelah genggam. Kadang kidung mengering gering nanti pasti hati mati. Klik klak klik klak tak lagi klik pada ujung tercekik. Klak !! Patah !! Rindu diri kini duri.

Ciputat, 151107

Posted by Krisdian at 08:56:48 | Permalink | No Comments »

Wednesday, November 14, 2007

Dan Ketika

 

Dan ketika angin berhembus pelan

menyapa dedaunan

meluruhkan helai demi helai

tak satu jerit pilu dari pokoknya

seperti itu juga ketika waktu

tak mampu berhenti sejenak

walau  hanya untuk dengar ini jantung,

tak satu permohonan terucap

dan ketika jantung berdetak

satu pinta perih terucap

satukan aliran darah ini

di muara yang sama

Pamulang, 09.11.07 22:17

Posted by Krisdian at 02:40:38 | Permalink | No Comments »

Kelelahan kah

 

Dengusan lelah kembali tertahan

pada hitungan ke sebelas

ini memang bukan lagi sekedar lelah,

tapi kejenuhan

Laki-laki itu diam menatap lantai

terpaku pada dua pilihan

yang -mungkin- bukan pilihan

Sekali pandangan pada celah garis sinar

tapi satu pintu lain menganga,

menanti,

tak mungkin menutup

Simatupang, 02.11.07 05:54

Posted by Krisdian at 02:35:48 | Permalink | No Comments »

Menunggu “VIP”

 

Hitung lah berapa banyak jantung berdetak

di tiap menitnya

masih sama seperti dulu

hanya ritme berubah sudah

harapan yang berbeda

pada layar telepon genggam,

menunggu display unread message

bahkan special ring tone,

VIP,

It’s u


Rasuna, 02.11.07 11:26

Posted by Krisdian at 02:26:43 | Permalink | Comments (1) »

Friday, July 27, 2007

Aku Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta,

bukan pada harum tubuhmu

atau renyah tawamu

tapi pada tusukan belatimu

di lukaku

 

:cuplikan mimpi kemarin yang sudah basi

 

Sudirman, 27.07.07

Posted by Krisdian at 08:31:13 | Permalink | Comments (1) »

Pulang

 

:bapak

 

“Aku mau pulang”,

pintamu

kuantar kau sampai muka pintu

mataku enggan terpejam

hingga bayangmu lenyap

 

harummu kian lekat dalam ingatan

aku kangen kau

 

 

Sudirman, 27.07.07

Posted by Krisdian at 08:18:36 | Permalink | No Comments »

Kutitip bintang

 

Pada langit hitam,

kutitip satu bintang

yang pernah menerangiku

Sematkan pada luas bidangmu

Agar jalanku tetap terang

 

 

:bapak yang menjadi bintang di sana 13.07.07

 

Sudirman, 27.07.07

 

Posted by Krisdian at 08:16:56 | Permalink | Comments (1) »

Wednesday, May 30, 2007

Bukankah Cinta Butuh Pengorbanan?

adalah cinta entah yang ke berapa

yang kau sematkan pada ini dada

pada ujung penitinya menetes darah

“bukankah cinta butuh pengorbanan?”

ujarmu saat itu

dan ini tangan menengadah pada langit

memohon ampun atas dosa

yang terukir di sini

 

adalah cinta entah yang ke berapa

yang kau sematkan pada ini dada

pada ujung penitinya kembali menetes darah

“bukankah cinta butuh pengorbanan?”

ujarmu lagi

dan ini tangan menengadah pada langit

memohon ampun atas dosa

yang kembali terukir di sini

 

adalah cinta entah yang ke berapa

yang kau sematkan pada ini dada

pada ujung penitinya darah mengering sudah

“bukankah cinta butuh pengorbanan?”

ujarmu mencoba meyakinkan lagi

dan ini tangan menelungkup pada bumi

malu pada doa yang sempat terucap

sedang ukiran dosa menumpuk

tak berbentuk

 

Rasuna, 30.04.07

Posted by Krisdian at 02:05:17 | Permalink | Comments (2)