Wednesday, May 30, 2007

Bukankah Cinta Butuh Pengorbanan?

adalah cinta entah yang ke berapa

yang kau sematkan pada ini dada

pada ujung penitinya menetes darah

“bukankah cinta butuh pengorbanan?”

ujarmu saat itu

dan ini tangan menengadah pada langit

memohon ampun atas dosa

yang terukir di sini

 

adalah cinta entah yang ke berapa

yang kau sematkan pada ini dada

pada ujung penitinya kembali menetes darah

“bukankah cinta butuh pengorbanan?”

ujarmu lagi

dan ini tangan menengadah pada langit

memohon ampun atas dosa

yang kembali terukir di sini

 

adalah cinta entah yang ke berapa

yang kau sematkan pada ini dada

pada ujung penitinya darah mengering sudah

“bukankah cinta butuh pengorbanan?”

ujarmu mencoba meyakinkan lagi

dan ini tangan menelungkup pada bumi

malu pada doa yang sempat terucap

sedang ukiran dosa menumpuk

tak berbentuk

 

Rasuna, 30.04.07

Posted by Krisdian at 02:05:17 | Permalink | Comments (2)

Monday, May 14, 2007

Penantian

 

Musim ini telah berganti,

bukan lagi semi yang dijanji,

tapi gugur yang bukan pertama kali

Ini lanjut pada dingin?

Mungkin dingin yang bukan semusim cuma

sepanjang sisa nafas yang patah

terhenti di titik bukan kepastian

penghabisan

dan penantian adalah penantian

tanpa 2 jawaban pilihan

Depok, 12.05.07

Posted by Krisdian at 07:49:39 | Permalink | Comments (2)

Thursday, May 10, 2007

Dalam Jenak

 

Dalam Jenak

Kuhentikan langkahku

Dalam jenak kumenanti

jawabanMu atas doaku

pada malam-malam Yeldaku

Rasuna, 10.05.07

Posted by Krisdian at 09:57:42 | Permalink | No Comments »

Saturday, April 28, 2007

Pernahkah kau hitung

 

Pernah kau coba hitung banyaknya bintang di langit?

Mungkin sebanyak titik hujan semalam

Sebanyak itu juga mungkin

doa permintaan kita padaNya

Tapi tak lebih banyak dari apa

Yang Dia berikan pada kita

 

Ciputat, 26.04.07

Posted by Krisdian at 03:19:42 | Permalink | Comments (1) »

Friday, April 13, 2007

Kopi

Kemarin pagi kuaduk kopi di ruang pantry dan keharumannya pun menyeruak masuk ke dalam relung benak, membawaku ke suatu tempat yang damai. Pagi ini kuaduk kopi dengan takaran dan air dari sumber yang sama, suhu yang sama, berharap harumnya kembali menyeruak. Damai. Sesaat. Esok akan kuaduk kopi dengan takaran dan air dari sumber yang sama, berharap keharuman yang kemarin masih akan lekang.

Rasuna, 11.04.07

Posted by Krisdian at 10:54:43 | Permalink | Comments (5)

Ngeden

Ketika perut mulai berontak…

lawan tahan rasa…

Namun rasa makin menggila…

            ….tak tertahankan…!!!!

Kerahkan segala daya …

            Untuk menahan lajunya…

Tapi tetap tak bisa..

Wahai kekuatanku…. di manakah engkau berada…?!

Tak dapatkah engkau menahannya….

Untuk dapatkan sebuah pelabuhan…

…..

Pelabuhan temu sebuah…

Mengalir air di sekeliling..

Kini tak perlu kutahankan….

Posisinya sudah berada di ujung tanduk…

Cepluk…cepluk…. bruuutt….

Legaku terasa dengan bunyi indah itu mengiring

Ahh indahnya dunia…

— Di closet, awal pagi - Wd —

Posted by Krisdian at 10:36:35 | Permalink | Comments (2)

Kan kutitip

 

Kan kutitip senandungku

pada matahari

yang mengantarkannya padamu

tiap hari berganti

 

kt 11.01.07

Posted by Krisdian at 10:32:55 | Permalink | No Comments »

dan bumi tetap berputar

 

Tak pernah kuhitung

berapa kali sudah bumi berputar

pada paksinya

tapi kali ini terhitung lekat

setengah putaran

dan

2.568.000 km lagi

: dan bumi tetap berputar tanpa pernah kuhitung lagi

Rasuna, 10.04.07

Posted by Krisdian at 10:29:05 | Permalink | No Comments »

Jika Dapat

 

jika dapat kau hentikan waktu

mungkin inilah saatnya

agar tak perlu lagi

kau bujuk hati

jika dapat kau laju gerak bumi

mungkin

ini juga saatnya

agar tak kau nanti lagi

saat bertemu

kt - rasuna, 110407

Posted by Krisdian at 10:24:03 | Permalink | Comments (1) »

Monday, April 9, 2007

Kita

 

 

Bila matahari,

bulan

bintang adalah hiasan

 

Maka kita tak lebih bermakna

dari debu di padang pasir

 

rasuna, 090407

 

Posted by Krisdian at 07:07:44 | Permalink | No Comments »