Bukankah Cinta Butuh Pengorbanan?
adalah cinta entah yang ke berapa
yang kau sematkan pada ini dada
pada ujung penitinya menetes darah
“bukankah cinta butuh pengorbanan?”
ujarmu saat itu
dan ini tangan menengadah pada langit
memohon ampun atas dosa
yang terukir di sini
adalah cinta entah yang ke berapa
yang kau sematkan pada ini dada
pada ujung penitinya kembali menetes darah
“bukankah cinta butuh pengorbanan?”
ujarmu lagi
dan ini tangan menengadah pada langit
memohon ampun atas dosa
yang kembali terukir di sini
adalah cinta entah yang ke berapa
yang kau sematkan pada ini dada
pada ujung penitinya darah mengering sudah
“bukankah cinta butuh pengorbanan?”
ujarmu mencoba meyakinkan lagi
dan ini tangan menelungkup pada bumi
malu pada doa yang sempat terucap
sedang ukiran dosa menumpuk
tak berbentuk
Rasuna, 30.04.07