Friday, November 16, 2007

Selamat Malam, Tuhan

 

Selamat malam, Tuhan

masih bolehkan aku mengadu,

bukan lagi tentang rambut yang makin kusut,

atau perut yang belum lagi susut

Tapi tentang pohon

yang tak lagi kuat cengkeram bumi

atau angin yang makin ganas

bukan lagi berhembus lembut

tapi terus berputar

Katakan, Tuhan

bukan ini maksud Kau marah pada kami

Atau bumi makin tua

hingga tak mampu lagi mengikat makhlukMu?

Langit tak lagi teteskan airmata,

tapi derainya makin nyata

kadang gemuruh turut berkata

dan lihatlah,

awan hitam melendut

seakan tak mampu menampung duka

Selamat malam, Tuhan

masih bolehkan aku meminta

damaikan lagi bumi kami

Rasuna, 14.11.07

Posted by Krisdian at 10:16:03
Comments

2 Responses to “Selamat Malam, Tuhan”

  1. Anonymous says:

    as always …:)

  2. Anonymous says:

    Makna kata sangat dalam dan juga sangat luas…,
    aku andaikan : “…meretaknya pondasi cinta…” selalu diderai dengan rusuh kehidupan nyata, tanpa akal dan rasa sayang membantai indahnya cinta… seluruh alam tahu cinta itu indah bila disemai bersama…

Leave a Reply