Wednesday, February 21, 2007

Ini Jalan Pulang?

 

Ini jalan pulang,

Itu katamu

Tapi tak juga kulihat bekas jejakmu pada jalan yang dulu pernah kau lalui

 

Ini jalan pulang,

Sekali lagi kau berucap

Mungkin jejak telah menipis

Atau memang tak pernah terlukis

 

Ini jalan pulang

Kali ini sambil kau tuntun aku

Bahkan kau masih terbata membaca jalan

Juga tak kau temui marka

 

:kita masih tertatih hingga kini

 

 

Rasuna, 21.02.07

Posted by Krisdian at 04:21:07 | Permalink | Comments (6)

Tuesday, February 20, 2007

Kadung Hujan

 

Hujan sudah kadung

Gerimis patah mulai menghias langit

Seperti guratan bocah

Carut marut tak henti

 

Hujan sudah kadung

Tak ada lagi kata mendung

Tertinggal panah bukan satu cuma

 

Hujan sudah kadung

Di mana-mana tempat menampung

Bukan untuk kita

Tapi untuk air yang enggan berangkat melaut

 

 

 

Rasuna, 20.02.07

 

Posted by Krisdian at 04:26:02 | Permalink | Comments (2)

Jalan Masih Hitam

 

Jalan masih hitam,

entah karena jejak hujan semalam

atau memang hari masih gelap

 

melawan angin menuju tepian hati

dengan segumpal rindu segenggam tanya

Langit mendung, tanpa ada semburat jingga

yang biasanya menyapa di saat hari berganti

: mungkin hari juga enggan berganti

 

Dengan kepastian yang kadung enggan tinggal

bahkan cenderung mengais satu dari cerukan hati

Entah tersisa kepastian,

atau luka

Menyeruak antara bau amis luka berdarah

Mencoba menerobos demi satu gumpal rindu

 

Jalan masih hitam

Sehitam jelaga

dan aku masih berjalan melawan angin

 

Rasuna, 20.02.07

Posted by Krisdian at 04:22:36 | Permalink | No Comments »

Tuhan

 

Tuhan,

Kalau boleh aku memohon,

bantulah aku katupkan mata

Dan bangunkan

di saat hati tak lagi lelah,

pikiran tak lagi masai,

jiwa tak lagi keruh

 

Tuhan,

Kalau masih boleh aku pinta,

bantu aku panjangkan uluran tangan,

kepada mereka yang berjuang untuk hidup,

atas segala yang melambung tinggi,

tak teraih dengan satu lompatan

 

Tuhan,

Aku percaya Kau ada

Tak tulikan telinga, tak katupkan mata

 

 

Sdrmn, 19.02.07

Posted by Krisdian at 04:18:42 | Permalink | No Comments »

Thursday, February 15, 2007

Luruh

 

Ketika awan mengempiskan tubuh,

Pepohon muluruhkan air dari daunnya

Parit tak lagi mampu menampung

Jalan tak lagi berjejak

Walau jejak enggan menghilang

 

Menggigilku dalam kelu

Menyebut namaMu

 

Sudirman, 31.01.07

Posted by Krisdian at 08:31:57 | Permalink | No Comments »

Wednesday, February 14, 2007

Kunanti

 

Ada sesap di dada

Saat lamat kau ucap

“kutitip setumpuk kertas

untuk menyimpan sejuta kata”

 

telah kupenuhi pintamu

bahkan kadang aksara bertumpuk

tapi kau tak kembali

dan membaca sampai akhir buku

 

sudirman, 13.02.07

Posted by Krisdian at 04:10:35 | Permalink | No Comments »