Menyambut Kekasih
Kan kusambut Engkau yang datang dalam senyap
Dengan rindu yang tak tahan membuncah
Dalam tiap sujud di sudut hening
- walau tak setitik rindu pun ada padaMu untukku -
krl pagi, 140108
Kan kusambut Engkau yang datang dalam senyap
Dengan rindu yang tak tahan membuncah
Dalam tiap sujud di sudut hening
- walau tak setitik rindu pun ada padaMu untukku -
krl pagi, 140108
Selamat malam, Tuhan
masih bolehkan aku mengadu,
bukan lagi tentang rambut yang makin kusut,
atau perut yang belum lagi susut
Tapi tentang pohon
yang tak lagi kuat cengkeram bumi
atau angin yang makin ganas
bukan lagi berhembus lembut
tapi terus berputar
Katakan, Tuhan
bukan ini maksud Kau marah pada kami
Atau bumi makin tua
hingga tak mampu lagi mengikat makhlukMu?
Langit tak lagi teteskan airmata,
tapi derainya makin nyata
kadang gemuruh turut berkata
dan lihatlah,
awan hitam melendut
seakan tak mampu menampung duka
Selamat malam, Tuhan
masih bolehkan aku meminta
damaikan lagi bumi kami
Rasuna, 14.11.07
Ciputat, 151107
Dan ketika angin berhembus pelan
menyapa dedaunan
meluruhkan helai demi helai
tak satu jerit pilu dari pokoknya
seperti itu juga ketika waktu
tak mampu berhenti sejenak
walau hanya untuk dengar ini jantung,
tak satu permohonan terucap
dan ketika jantung berdetak
satu pinta perih terucap
satukan aliran darah ini
di muara yang sama
Pamulang, 09.11.07 22:17
Dengusan lelah kembali tertahan
pada hitungan ke sebelas
ini memang bukan lagi sekedar lelah,
tapi kejenuhan
Laki-laki itu diam menatap lantai
terpaku pada dua pilihan
yang -mungkin- bukan pilihan
Sekali pandangan pada celah garis sinar
tapi satu pintu lain menganga,
menanti,
tak mungkin menutup
Simatupang, 02.11.07 05:54
Hitung lah berapa banyak jantung berdetak
di tiap menitnya
masih sama seperti dulu
hanya ritme berubah sudah
harapan yang berbeda
pada layar telepon genggam,
menunggu display unread message
bahkan special ring tone,
VIP,
It’s u
Rasuna, 02.11.07 11:26
Aku jatuh cinta,
bukan pada harum tubuhmu
atau renyah tawamu
tapi pada tusukan belatimu
di lukaku
:cuplikan mimpi kemarin yang sudah basi
Sudirman, 27.07.07
:bapak
“Aku mau pulang”,
pintamu
kuantar kau sampai muka pintu
mataku enggan terpejam
hingga bayangmu lenyap
harummu kian lekat dalam ingatan
aku kangen kau
Sudirman, 27.07.07
Pada langit hitam,
kutitip satu bintang
yang pernah menerangiku
Sematkan pada luas bidangmu
Agar jalanku tetap terang
:bapak yang menjadi bintang di sana 13.07.07
Sudirman, 27.07.07
Pada angin membentang tanah
terbawa debu di tiap hembusnya
tak berharap jatuh pada petaknya
entah di belahan mana
pada bumi berkalang langit
kupinta sepetak tanah
untuk menyimpan satu kumpulan debu
yang terbang bersama angin
tanamkan
semaikan
hingga di suatu waktu
kupetik satu bukan lagi debu
Rasuna. 12.0707